Ustadzah saya mempunyai pertanyaan dan mohon utk dijawab:
Bagaimana jilbab yg sesuai dgn syariat? Mohon penjelasan jazakillah khairan.
Halimah
asy-syauqiyyah@plasa.com
Jawab :
Jilbab yg sesuai dgn syariah apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
Menutupi seluruh badan
Tidak diberi hiasan-hiasan hingga mengundang pria utk melihatnya
Allah berfirman :
“Katakanlah kepada wanita-wanita yg beriman: hendaklah mereka
menundukkan pandangan mata dan menjaga kemaluan mereka dan jangan
menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yg biasa nampak darinya.
Hendaklah mereka meletakkan dan menjulurkan kerudung di atas kerah baju
mereka
Tebal tdk tipis
Rasulullah bersabda :
“Akan ada nanti di kalangan akhir umatku para wanita yg berpakaian tapi hakikat mereka telanjang
Kemudian beliau bersabda ;
“laknatlah mereka krn sesungguh mereka itu terlaknat”.
Kata Ibnu Abdil Baar t: “Yang dimaksud Nabi dlm sabda adl para wanita
yg mengenakan pakaian dari bahan yg tipis yg menerawangkan bentuk
badan dan tdk menutupi mk wanita seperti ini istilah saja mereka
berpakaian tapi hakikat mereka telanjang”.
Lebar tdk sempit
Usamah bin Zaid c berkata: Rasulullah memakaikan aku pakaian
Qibthiyah yg tebal yg dihadiahkan oleh Dihyah Al Kalbi kepada beliau mk
aku memakaikan pakaian itu kepada istriku. Suatu ketika beliau
bertanya: “Mengapa engkau tdk memakai pakaian Qibthiyah itu?” Aku
menjawab: “Aku berikan kepada istriku”. Beliau berkata : “Perintahkan
istrimu agar ia memakai kain penutup setelah memakai pakaian tersebut
krn aku khawatir pakaian itu akan menggambarkan bentuk tubuhnya”.
Tidak diberi wangi-wangian
Karena Rasulullah bersabda :
“Wanita mana saja yg memakai wangi-wangian lalu ia melewati sekelompok orang agar mereka mencium wangi mk wanita itu pezina.”
Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Abu Hurairah z mengatakan: “Rasulullah melaknat laki2 yg memakai pakaian wanita dan wanita yg memakai pakaian laki-laki”.
Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
Karena Rasulullah dlm banyak sabda memerintahkan kita utk menyelisihi
orang2 kafir dan tdk menyerupai mereka baik dlm hal ibadah hari
raya/perayaan ataupun pakaian khas mereka.
Bukan merupakan pakaian utk ketenaran yakni pakaian yg
dikenakan dgn tujuan agar terkenal di kalangan manusia sama saja
apakah pakaian itu mahal/ mewah dgn maksud utk menyombongkan diri di
dunia atau pakaian yg jelek yg dikenakan dgn maksud utk menampakkan
kezuhudan dan riya.
Berkata Ibnul Atsir: Pakaian yg dikenakan itu masyhur di kalangan
manusia krn warna berbeda dgn warna-warna pakaian mereka hingga manusia
mengangkat pandangan ke arah jadilah orang tadi merasa bangga diri dan
sombong. Rasulullah bersabda:
“Siapa yg memakai pakaian utk ketenaran di dunia mk Allah akan
memakaikan pakaian kehinaan pada hari kiamat kemudian dinyalakan api
padanya”.
Demikian kami nukilkan jawaban utk saudari dari kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah
yg ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani t. Adapun
pertanyaan-pertanyaan saudari yg lain Insya Allah akan kami jawab dlm
rubrik Mutiara Kata pada edisi-edisi mendatang. Wallahu a’lam.
Melihat laki2 dari Balik Kerudung
Bolehkah seorang wanita melihat sekumpulan laki2 dari balik kerudungnya? Mohon jawaban jazakumullah khairan.
Akhwat di Kroya
Jawab:
Allah berfirman :
“Katakanlah kepada kaum mukminin hendaklah mereka menundukkan
pandangan-pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka yg demikian itu
lbh suci bagi mereka. Sesungguh Allah Maha Mengabarkan terhadap apa yg
mereka perbuat”
Rasulullah bersabda :
“maka zina mata itu adl dgn memandang”.
Ulama sepakat sebagaimana dinukilkan Imam Nawawi t dlm Syarah Muslim bahwasa memandang laki2 dgn syahwat haram hukumnya.
Sebagian ulama membolehkan utk memandang laki2 secara mutlak. Mereka
berdalil dgn kisah Aisyah x yg melihat orang2 Habasyah yg sedang
bermain tombak di masjid sampai ia bosan dan berlalu.
Imam Nawawi t menjawab dalil mereka ini bahwasa peristiwa itu mungkin terjadi ketika Aisyah belum baligh.
Namun Al Hafidz Ibnu Hajar t membantah dgn mengatakan ucapan Aisyah
bahwa Nabi menutupi dgn selendang beliau menunjukkan peristiwa ini
terjadi setelah turun perintah hijab.
Imam Nawawi t memberi kemungkinan yg lain beliau mengatakan:
Dimungkinkan Aisyah hanya memandang kepada permainan tombak mereka
bukan memandang wajah-wajah dan tubuh-tubuh mereka. Dan bila pandangan
jatuh ke wajah dan tubuh mereka tanpa sengaja bisa segera dipalingkan
ke arah lain saat itu juga.
Dengan demikian hendaklah seorang wanita memiliki rasa malu dan jangan
membiarkan pandangan mata jatuh kepada sesuatu yg tdk diperkenankan
bagi termasuk memandang laki2 yg bukan mahramnya.
Wallahu ta‘ala a‘lam bishawwab.
Demikian jawaban ini dinukilkan dari kitab Nashihati Lin Nisa karya Ummu Abdillah Al-Wadi‘iyyah hafidzahallah putri Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i t.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar